alert("WELCOME TO elfa Fajri's BLOG");

Selasa, 28 Juni 2011

LIPIDA

MAKALAH
PRAKTIKUM BIOKIMIA
I.         JUDUL               : LIPIDA
II.      TUJUAN                        : Mengisolasi beberapa jenis lipida dari kuning telur
                               Mengidentifikasi lipida
III.   DASAR TEORI
Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alam yang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atau tidak larut dalam air. Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut organik non polar, misalnya benzene, pentane, dietil eter dan karbon tetraklorida. Dengan pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstrak dari sel dan jaringan tumbuhan ataupun hewan.
Struktur  memiliki kepala yang bersifat polar dan ekor hidrokabon yang bersifat nonpolar Dalam suatu larutan, kepala yang bersifat polar dapat berasosiasi dengan air, sehingga membentuk senyawa amfipatik ( memiliki dua kutub positif dan negatif ). Selain itu, lipida dapat membentuk formasi satu lapis lipida (monolayers), dua lapis lipida (bilayers), misel dan vesikula.
Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya
Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar :
1)      Lipid Sederhana, yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, yaitu  lemak/gliserida dan lilin (waxes).
2)      Lipid gabungan, yaitu fosfolipid, serebrosida.
3)      Derivat Lipid, contohnya asam lemak, gliserol, dan sterol.
Lipid dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya gliserol, atau bisa tidaknya tersabunkan (dapat tidaknya disaponifikasi). Berdasarkan sifat saponifikasi, lipid dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu :
1.      Saponifiable :
a.       Sederhana : Fats (lemak) dan waxes (lilin)
b.      Compouund (campuran) : Glikolipid dan fosfolipid
2.      Nonsaponifiable : Terpena, Steroid, prostaglandin

Senyawa organik lipid adalah senyawa yang heterogen dari jaringan. Pada dasarnya kelarutannya adalah dalam pelarut lemak, misalnya eter. Pada komponen-komponen dari lipid dapat dipisahkan dengan perbedaan kelarutannya dalam pelarut-pelarut organik yang berbeda. Lemak adalah suatu senyawa atau molekul yang terbentuk dari asam lemak atau gliserol. Lemak dapat dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan menggunkan larutan alkali (Fessenden dan Fessenden, 1997).
Senyawa-senyawa yang termasuk dalam lipid terbagi dalam beberapa golongan. Ada beberapa cara yang digunakan untuk penggolongan yang dikenal. Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar yaitu (Chandra, E., 2006):
1. Lipid sederhana yaitu eter, asam lemak dan berbagi alcohol. Misalnya pada lilin dan gliserol.
2. Lipid gabungan yaitu eter, asam lemak yang mempunyai gugus tambahan misalnya fosfolipid.
3. Derivat lipid yaitu senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis. Misalnya lemak dan gliserol.
Lipid merupakan gudang energi, tidak larut dalam air dan dapat diekstraksi dari komponen sel lainnya dengan pelarut organik seperti hidrokarbon dan karbontetraklorida (Poedjiadi, A., 1994).
Penggolongan lipid berdasarkan kemiripan struktur kimianya yaitu : (1) aasm lemak; (2) lemak; (3) lilin; (4) fosfolipid; (5) sfingolipid; (6) terpen; ( (7) steroid; (8) lipid kompleks (Poedjiadi, 1994).
Seperti karbohidrat dan protein, kebanyakan lipid juga tersusun dari senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Ada satu kelompok lipid yang tidak mengandung asam lemak dan gliserol dan tidak terhidrolisis (Wilbraham, dkk., 1992).
Sifat fisika lipid adalah (Chandra, E., 2006):
1. Tidak larut dalam air, tetapi larut dala satu atau lebih pelarut organik misalnya eter, aseton, kloroform, benzene, dan sering juga disebut pelarut lemak.
2. Ada hubungan dengan asam lemak dan esternya.
3. Mempunyai kemungkinan untuk digunakan oleh mehluk hidup.
Selain itu lipid dapat juga dibagi dalam beberapa golongan berdasarkan kemiripan struktur lazimnya, yaitu (Fessenden dan Fessenden, 1997.):
1. Asam lemah adalah asam organic yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak, baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Asam ini adalah asam kaarboksilat yang mempunyai rantai karbon yang panjang dengan rumus umum :
O
R – C – OH
Pada umumnya asam lemak mempunyai jumlah atom karbon yang genap.
2. Lemak adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol. Gliserol adalah suatu trihidroksi alkoholl yang terdiri atas tiga atom karbon, jadi tiap atom karbon mempunyai gugus – OH. Pada lemak saatu molekul gliserol mengikat tiga molkeul asan lemak. Oleh karena itu lemak adalah suatu trigliserida :
R1 – COO – CH2
R2 – COO – CH
R3 – COO – CH2
Lemak hewan pada umumnya berupa zat padat pada suhu ruangan sedangkan lemak yang berasal dari tumbuhan berupa zat cair.
3. Lilin (wax) adalah ester asam lemak dengan monohidroksi alcohol yang mempunyai rantai karbon panjang antara 14 sampai 34 atom karbon. Lilin dapat diperoleh antara lain dari lebah madu dan dari ikan paus atau lumba-lumba. Lilin dikeluarkan oleh lebah untuk membentuk sarang tempat penyimpanan madu. Lilin tidak mudah terhidrolisis seperti lemak dan tidak dapat diuraikan oleh enzim yang menguraikan lemak.
4. Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid adalah suatu fosfogliserida.
5. Sfingolipid adalah senyawa yang mempunyai rumus dan merupakan satu-satunya sfingolipid yang mengandung fosfat adalah sfingomielin yan terdapat dalam jaringan saraf dan dalam otak yang mengandung sfingosin dengan beberapa ikatan rangkap.
6. Terpen merupakan senyawa yang kebanyakan terdiri atas kelipatan dari lima atom karbon.
7. Lipid kompleks adalah lipid yang terdapat alam bergabung dengan senyawa lain misalnya dengan protein atau dengan karbohidrat.
Asam lemak jarang terdapat bebas di alam tetapi terdapat sebagai ester dalam gabungan dengan fungsi alkohol. Asam lemak pada umumnya adalah asam monokarboksilat berantai lurus, mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam lemak dapat dijenuhkan atau dapat mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap (Hart, 2003).
Golongan Lipid adalah segolongan besar senyawa tak larut di dalam air yang terdapat di alam. Lipid cenderung larut dalam pelarut organic misalnya eter dan kloroform dan merupakan senyawa yang heterogen dari jaringan. Sifat ini yang membedakan dengan karbohidrat, protein, asam nukleat dan kebanykan molekul hayati lainnya. Lipid dapat diperoleh dari hewan maupun tumbuhan dengan cara ekstrasi menggunakan alcohol panas, eter dan pelarut lemak yang lainnya. Macam senyawa itu kuantitasnya yang doperoleh dari ekstraksi itu sangat tergantung pada bahan alam sumber lipid yang dapat digunakan (Anonim, 2008).

IV.   ALAT DAN BAHAN
A.    ALAT
No.
Nama alat
Gambar
Jumlah
1.
Gelas beker
2 buah
2.
Gelas ukur
1 buah
3.
Kaca arloji
1 buah
4.
Pipet tetes
2 bauh
5.
Corong kaca
1 buah
6.
Pengaduk
1 buah
7.
Pemanas listrik
1 buah
8.
Penangas air
1 buah
9.
Penjepit
1 buah
10.
Erlenmeyer
1 buah

B.     BAHAN
No.
Nama Bahan
Jumlah
1.
Telur ayam horn
3 butir
2.
Alcohol 96%
80 ml
3.
Eter
95 ml
4.
Aseton
30 ml
5.
CaCl2
20 ml
6.
KOH alkoholis
15 ml
7.
Kertas saring
10
8.
Aquades
Secukupnya
9.
Lesitin
0,5 gr
10.
Gliserol
1 ml
11.
KHSO4
0,5 gr

V.      CARA KERJA
1.      Memecahkan telur dan diambil kuning telurnya
2.      Mengaduk dengan campuran 50 ml alcohol dan 25 ml eter
3.      Mendiamkan selama 10 menit dan sewaktu-waktu diaduk
4.      Menyaring ke dalam Erlenmeyer dan residu dicuci dengan 7 mk eter dan 14 ml alcohol dan residu disimpan
5.      Memanaskan residu dengan ditambahkan 10 ml eter dan yang larut ditambahlkan 30 ml aseton
6.      Menguapkan filtrat sampai terbentuk pasta dan ditambahkan KOH alkoholis, diapanaskan, disinginkan dan ditambahkan 50 ml eter kemudian disaring dan residunya digunakan untuk uji sabun
7.      Menguapakn filtrate berbentuk kolesterol dan ditambahkan 5 ml alcohol, disentrifuge ditambahkan 3 ml alcohol
8.      Menyaring endapan yang terjadi (lesitin) lalu ditambahkan 20 ml alcohol.
9.      Menambahkan larutan CdCl2 dan dibiarkan 10 menit, disaring dan residunya digunakan untuk uji akroelin
Uji akroelin
1.      Menggerus 0,5 gr lemak/ lesitin dengan 0,5 gr KHSO4 dalam mortit. Memindahkan ke dalam tabung reaksi lalu dipanaska dengan api kecil kemudian api besar. Dan memperhatikan bau yang tercium
2.      Mengulangi percobaan dengan gliserol,

V.   DATA PENGAMATAN
No
Perlakuan
Pengamatan
1.
3 kuning telur + 50 ml alkohol,
25 ml eter
-        Saring
Residu
Dicuci dengan 7 eter : 14 alkohol sebagai residu (disimpan)
filtrat
→ warna larutan kuning
    + alkohol + eter → agak encer

→ padatan kuning pucat halus
→ warna residu kuning pucat


→ kuning berminyak
2.
Filtrat 1 + (campur)
Diruang asam → cairan habis
Residu + 15 ml eter, disaring yang laurt + 30 ml aseton
-          Saring
→ cairan habis menguap, endapan kuning
→ endapan larut (kuning)
Filtrat kuning → 2 lapisan (minyak, air)
Kuning keruh, endapan kekuningan

a.     Filtrat → diuapkan
Pasta → dinginkan
+ KOH 7,5 ml
Panaskan 30’
Dinginkan + 25 ml eter
Saring → residu A → uji sabun
           → filtrat A


Pasta kuning
Warna kuning, tetap
Warna kuning kecoklatan, kental
Larutan kuning
Residu = kuning → disimpan
Filtrat = kuning jernih

b.     ppt → lesitin + 20 ml alkohol
+ 10 ml CaCC2
Diaduk, biarkan 10’
Disaring → residu B → uji akrealin
→ filtrat B
→ endapan putih dalam larutan

Endapan kecil-kecil putih melayang
Filtrat → jernih
Residu → endapan putih (sedikit)
→ disimpan
3.
Filtrat B diuapkan
Kolesterol + 5 ml alkohol panas
Disentrifuge
Tak larut + 3 ml alkohol panas
Disentrifuge → tak larut
              → larut
→ larut + (ketabung reaksi lain)
Disentrifuge 3’ → residu
                        → filtrat
Filtrat + tetes-tetes air
Biarkan 30’
Disentrifuge
Dekantasi → filtrat
            → residu
→ endapan kental orange
→ larut dan ada minyak orange
→ lar, kuning kecoklatan, endapan kuning sedikit
→ larutan kuning
Filtrat kuning jernih

Residu = kuning
Filtrat = kuning



Residu = kuning
Residu = putih
4.
Residu + alkohol panas
Dinginkan
+ tetes demi tetes air
Disentrifuge → residu
                  → supernatant
Residu dikeringkan
Kunning orange


Residu = putih
Supernatan  = jernih
→ Kristal putih

No
Perlakuan
Pengamatan

1.
Uji Akroelin
0,5 gram lemak (dari residu langkah 1) + 0,5 gram KHSO4 gerus dengan mortar dalam tabung kering  → mengamati baud an warnanya
Lemak = kuning  → kuning kecoklatan
Bau = amis
Warna = kuning agak gelap
2.
0,5 gram gliserol + 0,5 gram KHSO4 gerus dalam mortar, memasukkan dalam tabung reaksi kering  → amati warna dan bau
Gliserol = cairan bening kental
KHSO4 = butiran kristal putih
Gliserol + KHSO4 = larutan bening ada butiran Kristal
Bau = amis

VI. PEMBAHASAN
Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisolasi beberapa jenis lipida dari kuning telur. Percobaan ini dilakukan dengan cara mencampur kuning telur dengan 50 ml alkohol 70% dan 25 ml eter didiamkan selama 10 menit, lalu diaduk dan dihasilkan kuning telur menggumpal kemudian disaring, filtrat (a) berwarna kuning sedangkan residu yang berwarna kuning dicuci dengan 7 ml eter dan 14 ml alkohol kemudian menyaringnya, residu yang berwarna kuning disimpan di exicator untuk digunakan uji akroelin sedangkan filtratnya yang berwarna kuning  jernih dicampur dengan filtrat yang sebelumnya.
Langkah berikutnya adalah menguapkan filtrat dari langkah pertama / sebelumnya di ruang asam hingga cairan habis kemudian menambahkan 10 ml eter dan 30 ml aseton lalu menyaringnya, didapat filtrat yang berwarna kuning dan residu berwarna kuning pudar yang disebut dengan lesitin. Lesitin kemudian ditambah 20 ml alkohol dan 20 ml CdCl2 diaduk lalu didiamkan 10 detik dan menyaringnya, dihasilkan filtrat berwarna kuning dan residu berwarna putih lesitin yang diperoleh pada percobaan ini merupakan zat padar lunak seperti lilin bersifat higrokospis dan bila bercampur dengan air akan membentuk koloid. Lesitin larut pada pelarut lemak kecuali aseton. Penambahan aseton pada koloid padat mengendapkan lesitin, lesitin mudah teroksidasi dan bergabung dengan zat lain seperti protein dan karbohidrat.
Langkah ketia yakni menguapkan filtrat pada langkah kedua sehingga dihasilkan pasta berwarna kuning, mendinginkan lalu menambahkan 15 ml KOH, warnanya menjadi kuning pudar, selanjutnya memanaskan 30 detik lalu mendinginkan dan menambahkan 12,5 ml eter dan disaring, filtrat yang terbentuk berwarna coklat kekuningan sedangkan residu yang berwarna kuning dijadikan untuk uji sabun.
Langkah keempat, yakni filtrat pada langkah ke tiga diuapkan dihasilkan kolesterol berwarna kuning kecoklatan. Kemudian menambahkan 5 ml alkohol panas dan mensentrifuge 3 detik lalu mendekantasi, didapatkan filtrat, berwarna lebih kuning kecoklatan dengan residu endapan coklat. Kemudian residu ditambah 3 ml alkohol panas dan disentrifuge lalu menyaringnya didapatkan filtrat berwarna agak kuning sedangkan residu sendapan abu-abu kemudian filtrat yang awal dan terakhir dicampur menjadi satu.
Langkah kelima yakni filtrat dari langkah keempat disentrifuge 3 detik kemudian didekantasi, diperoleh filtrat seperti coklat teh sedangkan residunya tidak digunakan.
Langkah keenam yakni filtrat dari langkah kelima ditambah 5 tetes air lalu mendinginkan 10 detik kemudian mensentrifuge 3 detik lalu mendekantasinya dan didapatkan filtrat coklat bening seperti the bening, sedangkan residu yang berwarna putih ditambah 3 ml alkohol panas warnanya menjadi bening agak keruh lalu dibiarkan dingin dan menambahkan 5 tetes air lalu mendiamkan 10 detik, larutan tetap bening agak keruh. Larutan selanjutnya disentrifuge selama 3 detik dan mendekantasi didapatkan filtrat jernih dengan residu berupa endapan putih, endapan putih ini dikeringkan sehingga didapatkan Kristal berwarna putih.
Pada langkah keempat untuk uji kolesterol setelah disentrifuge 2 kali diperoleh larutan yang berwarna agak bening kekuningan dengan endapan agak abu-abu, uji ini menunjukkan bahwa telur ayam lehor mengandung kolesterol.
Kolesterol merupakan steroid hewani yang terdapat paling banyak dijumpai pada jaringan hewan. Kolesterol merupakan zat antara yang digunakan dalam biosintetis hormn steroid, namun tidak bersifat esensial karena dapat disintesis sendiri oleh tubuh dari asam ko – A
Kolesterol merupakan bahanbaku pembuatan garam-garam empedu salah  satu dari 4 vitamin D dan beberapa hormone.


UJI AKROELIN
Langkah pertama yakni menggerus 0,5 gram lemak dalam mortal dengan menambahkan 0,5 gram KHSO4 berupa butiran Kristal putih lalu memasukkannya dalam dalam tabung reaksi yang bersih dan kering kemudian memanaskannya, diperoleh warna yang sebelumnya kuning kecoklatan dengan tekstur lembut menjadi kuning agak  gelap dan baunya amis.
Sedangkan pada langkah kedua caranya sama namun untuk lemak diganti dengan gliserol (cairan bening kental), setelah pemanasan larutan berwarna bening dan terdapat butiran Kristal sedangkan baunya amis.
Uji akroelin digunakan untuk mengidentifikasi adanya gliserol dimana secara tidak langsung dapat digunakan untuk mengetahui adanya lipada sederhana. Gliserol akan terdehidrasi ke dalam aldehid tak jenuh. Akroelin biasanya ditandai dengan adanya asap putih dan bau menyengat, biasanya menunjukkan hasil positif pada gliserol dalam bentuk bebas, tetapi tidak untuk asam lemak.
Pada pemanasan dilakukan dengan hati-hati agar KHSO4 tidak terjadi / terurai menjadi S04. Berdasarkan hasil percobaan diatas untuk asam lemak menunjukkan reaksi positif terhadap uji akroelin, artinya lesitin akan terdehidrasi menjadi aldehid, akrilat / akroelin dan terdapat lemak. Berdasarkan hasil percobaan diatas untuk gliserol dengan bau yang amis menunjukkan positif terhadap uji akroelin sehingga gliserin akan terdehidrasi menjadi aldehid, aksilat atau akroelin. Dalam hal ini KHSO4 akan menarik air sehingga gliserol akan terhidrasi ke dalam aldehid tak jenuh / akroelin yang ditandai dengan asap putih dan bau menyengat.

VI. KESIMPULAN
1.      Lipida adalah senyawa organic yang mempunyai sifat fisika seperti lemak, dan dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan dengan cara ekstraksi dengan menggunakan alkohol panas, eter dan palarut lemak lainnya.
2.      Lesitin merupakan salah satu komponen kuning telur yang mengandung lemak dan kolesterol.
3.      Di dalam kuning telur ayam lehore terdapat kolesterol berupa padatan kristal putih.
4.      Kolesterol merupakan zat antara yang dibutuhkan dalam biosintesis hormone steroid.
5.      Uji akroelin pada asam lemak dan gliserol keduanya menunjukkan positif. Hal ini dibuktikan dengan bau amis sehingga asam lemak dan gliserol akan terdehidrasi menjadi aldehid, aksilat dan akroelin.
6.      KHSO4 akan menarik air sehingga gliserol akan terhidrasi ke dalam aldehid tak jenuh ditandai dengan asap putih dan bau menyengat.

VI. DAFTAR PUSTAKA
Fessenden dan Fessenden. 1999. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga
F.G. Winarno. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Erlangga
Sri Mulyani, Sri Retno. 2010. Petunjuk praktikum Biokima. Surakarta : UNS Press
Sugiharto. 1089. Biokimia. Jakarta : Gramedia
Tim Dosen 2010 Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Surakarta : UNS Press
Anonim, 2008, Lipid, http://id.wikipedia.org/wiki. Diakses pada tanggal 19 April 2011.
Chandra, E., 2006, LIPID, www.E-Learning.com. Diakses pada tanggal 19 April 2011.
Fessenden dan Fessenden, 1997, Dasar-dasar kimia Organik, Binarupa Aksara, Jakarta.
Hart, H., Craine, E. L. dan Hart, J. D., 2003, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta.
Poedjiadi, A., 1994, Dasar-dasar Biokimia, UIP, Jakarta.
Wilbraham, A. C. dan Matta, M. S., 1992, Kimia Organik dan Hayati, ITB, Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar