alert("WELCOME TO elfa Fajri's BLOG");

Selasa, 15 November 2011

Luas Daun, Kandungan Klorofil dan Laju Pertumbnhan Rumput pada Naungan dan Pemupukan yang Berbeda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh taraf naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap luas daun, jumlah klorofil, rasio klorofil a/b dan laju pertumbuhan tiga spesies rumput penggembalaan.
Terdapat 27 kombinasi perlakuan naungan, pemupukan dan spesies rumput dengan ulangan 3 kali, sehingga jumlah unit percobaan pada penelitian ini sebanyak 81 pot. Spesies rumput yang digunakan yaitu, Paspalum notatum, Brachiaria humidicola, Stenotaphrum secundatum. Sedangkan peubah yang diamati yaitu, luas daun, kandungan klorofil a dan klorofil b serta laju pertumbuhan relatif.
Hasil analisis keragaman menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata pada rataan luas daun (RLD) akibat naungan dan perbedaan spesies rumput, sedangkan pemupukan maupun interaksi antara perlakuan tidak berpengaruh. Semakin tinggi taraf naungan maka bentuk adaptasi tanaman pada kondisi ternaungi melalui peningkatan luas daun.
Diantara ketiga spesies rumput  B. humidicola memiliki RLD terbesar dibandingkan dengan P. notatum dan S. secundatum. Peningkatan luas daun merupakan salah satu bentuk adaptasi tanaman yang tumbuh pada kondisi naungan sebagai upaya memaksimalkan penangkapan cahaya yang jumlahnya terbatas disbanding dengan kondisi terbuka.
Hasil analisis keragaman menunjukkan klorofil total dipengauhi oleh taraf naungan dan spesies rumput, namun dosis pemupukan N maupun interaksi antar perlakuan tidak menghasilkan perbedaan nyata. Rataan kandungan klorofil totoal spesies B. humidicola lebih rendah dibandingkan dengan 2 spesies lainnya. Selain itu spesies ini juga memiliki total luas daun yang paling rendah, maka dengan kondisi ini wajar bila B. humidicola menghasilkan laju pertumbuhan yang semakin rendah pada perlakuan naungan. Total klorofil tertinggi diperoleh pada tanaman P. notatum.
Nisbah klorofil a/b rumput P. notatum lebih tinggi daripada S. secundatum dan B. humidicola. Dilihat dari total klorofil serta kandungan klorofil b, spesies rumput P. notatum dan S. secundatum lebih beradaptassi dengan kondisi ternaungi. Daun yang mengalami naungan umumnya mempunyai klorofil lebih banyak, khususnya klorofil b, terutama karena tiap kloroplas mempunyai lebih banyak grana dibandingkan dengan daun sun plants. Peningkatan klorofil b dilakukan tanaman sebagai upaya penyesuaian secara fisiologis dengan kondisi naungan guna mengobtimalkan penangkapan cahaya, sebab klorofil b berperan langsung sebagai antena pemanen cahaya. Sedang klorofil a berpartisipasi dalam pengubahan energy radiasi yang ditangkap oleh klorofil b menjadi energy kimia.
P. notatum dan S. secundatum menunjukkan kecenderungan peningkatan laju pertumbuhan relatif (LPR) dengan meningkatnya taraf naungan, sedangkan B. humidicola menunjukkan hal sebaliknya. B. humidicola  mengalami pertumbuhan yang lebih baik bila ditanam pada kondisi cahaya penuh dan pertumbuhannya akan terganggu pada cekaman naungan.

1 komentar:

  1. Trimakasih atas materiy.. :)
    Tp Alangkah baiknya dikasih Daftar Pustaka, karena sangat diperlukan sekali u/ pembuatan Laporan Praktikum "terutama Fisiologi Tumbuhan"

    BalasHapus